-->

Recent Posts

Motivasi Menulis
Per Connection Queue (PCQ) di MikroTik

Per Connection Queue (PCQ) di MikroTik

 

Per Connection Queue (PCQ) – MikroTik


1️ Review Singkat: Simple Queue (Pengantar PCQ)

Pada Simple Queue, bandwidth dibagi manual ke:

  • IP tertentu
  • Range IP
  • Interface

📌 Kelemahan Simple Queue:

  • Tidak otomatis membagi bandwidth ke banyak user
  • Jika user bertambah, harus menambah rule satu per satu
  • Kurang efisien untuk jaringan besar (lab, sekolah, hotspot)

👉 Solusi: PCQ


2️ Apa itu PCQ (Per Connection Queue)?

PCQ adalah metode antrian di MikroTik yang:

  • Membagi bandwidth secara otomatis dan adil
  • Berdasarkan IP Address / koneksi
  • Cocok untuk jaringan dengan banyak pengguna

💡 Analogi sederhana:

Internet = 20 Mbps
Ada 10 siswa aktif
PCQ otomatis membagi → masing-masing ±2 Mbps


3️ Cara Kerja PCQ (Konsep Dasar)

PCQ bekerja dengan membuat:

  • Sub-queue otomatis untuk setiap koneksi/IP
  • Bandwidth terbagi rata dan dinamis

Alur Sederhana:

  1. User terhubung ke jaringan
  2. PCQ mendeteksi IP/koneksi
  3. MikroTik membuat antrian otomatis
  4. Bandwidth dibagi merata

📌 Tidak perlu set bandwidth per IP secara manual


4️ Jenis PCQ di MikroTik

Jenis

Fungsi

pcq-download-default

Membagi bandwidth download

pcq-upload-default

Membagi bandwidth upload

pcq-address

Berdasarkan IP Address

pcq-classifier

Penentu pembagian (src/dst)


5️ PCQ vs Simple Queue

Aspek

Simple Queue

PCQ

Pembagian bandwidth

Manual

Otomatis

Cocok untuk

Sedikit user

Banyak user

Skalabilitas

Rendah

Tinggi

Administrasi

Ribet

Efisien


6️ Parameter Penting PCQ (Dasar → Lanjut)

🔹 Dasar

Parameter

Fungsi

rate

Limit bandwidth per user

limit-at

Minimal bandwidth

pcq-rate

Maksimum bandwidth tiap user

pcq-limit

Jumlah paket dalam antrian

🔹 Lanjutan

Parameter

Fungsi

pcq-classifier

Menentukan pembagian berdasarkan src/dst IP

pcq-total-limit

Total buffer antrian

burst-rate

Bandwidth tambahan sementara

burst-time

Durasi burst

 Link Praktek PCQ : Buka Lab 40 Klik disini


Bandwith Management Simple Queue

 


Soal Preetest : Klik Disini

1. Tujuan Pembelajaran

Setelah pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:

  • Memahami konsep bandwidth dan bandwidth management
  • Menjelaskan fungsi Simple Queue
  • Mengonfigurasi Simple Queue pada MikroTik
  • Menerapkan pembatasan bandwidth per user
  • Menguji hasil konfigurasi bandwidth

2. Pengertian Bandwidth

Bandwidth adalah kapasitas maksimal kecepatan transfer data dalam jaringan.

📌 Contoh:

  • Internet 10 Mbps dipakai 10 siswa → jika tidak diatur, satu siswa bisa menghabiskan semua bandwidth

3. Pengertian Bandwidth Management

Bandwidth Management adalah teknik untuk:

  • Mengatur
  • Membagi
  • Membatasi

penggunaan bandwidth agar adil dan stabil.

🎯 Tujuan:

  • Mencegah jaringan lambat
  • Membagi internet secara merata
  • Menjaga kualitas jaringan

4. Simple Queue (Konsep Dasar)

Simple Queue adalah fitur MikroTik untuk:

  • Membatasi bandwidth berdasarkan IP Address
  • Mengatur kecepatan Download & Upload
  • Konfigurasi mudah dan cocok untuk pemula

📌 Karakteristik:

Fitur

Keterangan

Target

IP Address / Subnet

Limit

Upload & Download

Prioritas

Bisa diatur

Tingkat kesulitan

Mudah


5. Ilustrasi Konsep Simple Queue

📶 Internet 20 Mbps
Router MikroTik
Client A (5 Mbps)
Client B (5 Mbps)
Client C (5 Mbps)
Client D (5 Mbps)

👉 Semua user mendapat kecepatan adil dan stabil


6. Skenario Praktik / Proyek

Proyek: Pembagian Bandwidth Internet di Laboratorium Sekolah

📌 Ketentuan:

  • Total bandwidth internet: 20 Mbps
  • Jumlah client: 4 komputer
  • Setiap client mendapat:
    • Download: 5 Mbps
    • Upload: 2 Mbps

7. Topologi Jaringan


8. Persiapan IP Address

Perangkat

IP Address

MikroTik (LAN)

192.168.10.1

PC1

192.168.10.2

PC2

192.168.10.3

PC3

192.168.10.4

PC4

192.168.10.5


9. Langkah Konfigurasi Simple Queue (Winbox)

A. Masuk ke MikroTik

  1. Buka Winbox
  2. Login ke router

B. Membuat Simple Queue

  1. Klik Queues
  2. Pilih tab Simple Queues
  3. Klik tombol ( + )

C. Pengaturan Dasar

Isi parameter berikut:

Parameter

Isi

Name

PC1

Target

192.168.10.2

Max Limit

2M/5M

📌 Format:

  • Upload / Download

D. Ulangi untuk Client Lain

Name

Target

Max Limit

PC2

192.168.10.3

2M/5M

PC3

192.168.10.4

2M/5M

PC4

192.168.10.5

2M/5M


10. Konfigurasi via Terminal (Opsional)

/queue simple add name=PC1 target=192.168.10.2 max-limit=2M/5M

/queue simple add name=PC2 target=192.168.10.3 max-limit=2M/5M

/queue simple add name=PC3 target=192.168.10.4 max-limit=2M/5M

/queue simple add name=PC4 target=192.168.10.5 max-limit=2M/5M


11. Pengujian (Testing)

  1. Buka Speedtest di masing-masing PC
  2. Download file bersamaan
  3. Amati grafik di menu Queues
  4. Pastikan kecepatan sesuai limit

Jika benar → konfigurasi berhasil


12. Tugas Siswa (Individu)

🎯 Tugas 1

  • Buat Simple Queue untuk:
    • 1 client: 3 Mbps
    • 1 client: 2 Mbps
  • Screenshot hasil konfigurasi

🎯 Tugas 2

  • Jelaskan:
    1. Fungsi Simple Queue
    2. Perbedaan upload dan download
    3. Mengapa bandwidth perlu dibatasi?
Link Pengumpulan Tugas : Klik Disini

13. Proyek Kelompok

Proyek Mini ISP Sekolah

📌 Ketentuan:

  • Total bandwidth: 30 Mbps
  • 1 Guru: 10 Mbps
  • 4 Siswa: masing-masing 5 Mbps

📦 Output:

  • Topologi jaringan
  • Tabel IP Address
  • Screenshot konfigurasi Simple Queue
  • Kesimpulan hasil uji
Link Pengumpulan Tugas Mini ISP : Klik DISINI

14. Penilaian

Aspek

Bobot

Konfigurasi

40%

Pemahaman konsep

30%

Kerapian & dokumentasi

20%

Presentasi

10%


15. Kesimpulan

  • Simple Queue adalah cara termudah mengatur bandwidth
  • Sangat cocok untuk:
    • Lab sekolah
    • Warnet
    • Kantor kecil
  • Membuat jaringan lebih adil dan stabil

 

Materi OSI Layer (Open Systems Interconnection)

 


Pree Test : Klik Disini

1. Pengertian OSI Layer

OSI Layer adalah model konseptual jaringan yang dikembangkan oleh ISO untuk standarisasi dari proses jaringan bekerja, bagaimana data dikirim dari satu perangkat ke perangkat lain melalui jaringan dengan membaginya menjadi 7 lapisan kerja.

📌 Tujuan OSI Layer:

  • Memudahkan pemahaman jaringan
  • Mempermudah perancangan jaringan
  • Membantu troubleshooting masalah jaringan

2. Konsep Dasar OSI Layer

OSI Layer membagi proses komunikasi data menjadi 7 lapisan, dari yang paling dekat dengan pengguna sampai yang paling dekat dengan perangkat keras. Setiap layer pada OSI saling terhubung satu sama lain dalam proses komunikasi dan pengiriman data pada jaringan.

Urutan OSI Layer:


 

7. Application

6. Presentation

5. Session

4. Transport

3. Network

2. Data Link

1. Physical

📌 Prinsip penting:

  • Setiap layer punya tugas khusus
  • Setiap layer berkomunikasi dengan layer di atas dan di bawahnya
  • Masalah jaringan bisa ditelusuri berdasarkan layer

3. Penjelasan Tiap OSI Layer


Layer 7 – Application

Fungsi:

  • Menyediakan layanan jaringan langsung ke pengguna
  • Tempat aplikasi berinteraksi dengan jaringan

Contoh:

  • Browser (Chrome, Firefox)
  • Email client
  • FTP client

Protokol:

  • HTTP / HTTPS
  • FTP
  • SMTP, POP3
  • DNS

📌 Contoh Kasus:

Saat siswa membuka www.google.com, browser bekerja di Layer 7


Layer 6 – Presentation

Fungsi:

  • Mengatur format data
  • Enkripsi & dekripsi
  • Kompresi data

Contoh:

  • SSL / TLS (HTTPS)
  • Format data (JPEG, MP3)

📌 Contoh Kasus:

Data dari website dienkripsi (HTTPS) sebelum dikirim agar aman


Layer 5 – Session

Fungsi:

  • Membuat, menjaga, dan mengakhiri sesi komunikasi
  • Mengatur sinkronisasi data

Contoh:

  • Login ke server
  • Session login website

📌 Contoh Kasus:

Setelah login ke website e-learning, sesi tetap aktif sampai logout


Layer 4 – Transport

Fungsi:

  • Mengatur pengiriman data secara end-to-end
  • Mengatur port
  • Menjamin data sampai (atau tidak)

Protokol:

  • TCP (reliable)
  • UDP (fast, tanpa jaminan)

📌 Contoh:

  • TCP: Web, email
  • UDP: Streaming, video call

📌 Contoh Kasus:

TCP memastikan data website diterima lengkap tanpa rusak


Layer 3 – Network

Fungsi:

  • Mengatur alamat IP
  • Menentukan jalur terbaik (routing)

Perangkat:

  • Router

Protokol:

  • IP (IPv4, IPv6)
  • ICMP

📌 Contoh Kasus:

Router menentukan jalur data dari jaringan sekolah ke internet


Layer 2 – Data Link

Fungsi:

  • Mengatur pengiriman data antar perangkat satu jaringan
  • Menggunakan MAC Address
  • Error detection

Perangkat:

  • Switch
  • NIC (LAN Card)

📌 Contoh Kasus:

Switch mengirim data ke komputer tujuan berdasarkan MAC Address


Layer 1 – Physical

Fungsi:

  • Mengirim data dalam bentuk sinyal fisik
  • Media transmisi

Contoh:

  • Kabel LAN
  • Fiber optik
  • WiFi (gelombang radio)

📌 Contoh Kasus:

Data dikirim melalui kabel UTP sebagai sinyal listrik


4. Proses Berjalannya Data (End-to-End)

Contoh Kasus:

Siswa membuka website www.google.com

🔽 Proses Pengiriman Data (Dari Atas ke Bawah)

Application → Presentation → Session → Transport → Network → Data Link → Physical

  1. Application
    • Browser meminta halaman web
  2. Presentation
    • Data dienkripsi (HTTPS)
  3. Session
    • Membuat sesi komunikasi
  4. Transport
    • TCP membagi data menjadi segmen
  5. Network
    • IP tujuan ditentukan
  6. Data Link
    • Data dibungkus dengan MAC Address
  7. Physical
    • Data dikirim sebagai sinyal listrik




🔼 Proses Penerimaan Data (Dari Bawah ke Atas)

Physical → Data Link → Network → Transport → Session → Presentation → Application

Data diterima lalu diproses sampai tampil di browser siswa.


5. Ilustrasi Proses Data

PC Siswa

  

Switch (MAC)

  

Router (IP)

  

Internet


6. Contoh Masalah Jaringan Berdasarkan OSI Layer

Layer

Masalah

1

Kabel putus

2

NIC disable

3

IP salah

4

Port diblokir

5

Session timeout

6

Sertifikat SSL error

7

Website tidak bisa dibuka


7. Tips Menghafal OSI Layer

📌 “All People Seem To Need Data Processing”

  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical

8. Kesimpulan

  • OSI Layer membantu memahami alur komunikasi data
  • Setiap layer punya fungsi berbeda
  • OSI Layer sangat penting untuk konfigurasi & troubleshooting jaringan

Soal materi Routing


Pretest

https://forms.gle/eDEsS27oddzxtuRF8

 

1. Gambaran Umum Router

Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan yang berbeda serta menentukan jalur terbaik (routing) bagi paket data agar sampai ke tujuan secara efisien.

Router tidak hanya dipahami sebagai penghubung jaringan, tetapi juga sebagai gateway, pengelola lalu lintas data, dan pengaman jaringan.

Contoh penerapan router:

  • Router sebagai gateway internet sekolah : gateway yang dipakai adalah IP Address dari router
  • Menghubungkan beberapa subnet. Subnet adalah jaringan komputer yang lebih kecil dengan memecah jaringan yang lebih besar menjadi segmen – segmen yang lebih mudah dikelola dan mengurangi lalu lintas yang tidak perlu.
  • Menghubungkan beberapa VLAN. VLAN (Virtual Local Area Network) adalah metode untuk membagi satu jaringan fisik besar menjadi beberapa jaringan logis yang lebih kecil dan terisolasi, memungkinkan perangkat berkomunikasi seolah-olah berada di jaringan terpisah meskipun terhubung ke switch yang sama.
  • Mengatur akses internet menggunakan firewall

2. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan fungsi dan cara kerja router
  2. Memahami konsep routing dan tabel routing
  3. Membedakan static routing dan dynamic routing
  4. Menerapkan konfigurasi dasar router
  5. Menghubungkan router dengan jaringan lokal dan internet

3. Fungsi Router

  1. Menghubungkan jaringan berbeda

Menghubungkan LAN dengan LAN yang berbeda network, menghubungkan LAN ke internet.

  1. Mengelola lalu lintas data

Menentukan lalulintas data dengan menentukan jalur terbaik.

  1. Routing & Forwarding
    Menentukan dan meneruskan paket data berdasarkan IP address tujuan.
  2. Gateway Internet
    Router menjadi pintu keluar masuk jaringan lokal ke internet.
  3. NAT (Network Address Translation)
    Mengubah IP private menjadi IP publik dan sebaliknya.
  4. Firewall Dasar
    Mengamankan jaringan dengan memfilter trafik tertentu.
  5. DHCP Server & Client
    Membagikan IP address secara otomatis ke perangkat client.

4. Cara Kerja Router (Alur Sederhana)

  1. Router menerima paket data dari client
  2. Router membaca IP tujuan
  3. Router mencocokkan dengan tabel routing
  4. Router menentukan jalur terbaik
  5. Paket diteruskan ke interface tujuan 



5. Tabel Routing

Tabel routing adalah daftar rute yang digunakan router untuk menentukan ke mana paket data akan dikirim.

Jenis routing:

  • Directly Connected (terhubung langsung)
  • Static Route (manual)
  • Dynamic Route (otomatis melalui protokol routing)

6. Jenis Routing (Fokus Kelas XI)

a. Static Routing

  • Dikonfigurasi secara manual
  • Cocok untuk jaringan kecil
  • Mudah dipahami dan stabil

b. Dynamic Routing

  • Menggunakan protokol routing
  • Cocok untuk jaringan besar
  • Otomatis menyesuaikan perubahan jaringan

Contoh protokol routing:

  • RIP
  • OSPF
  • EIGRP (pengenalan)

7. Router vs Switch (Penguatan Konsep)

Router

Switch

Layer 3 (Network)

Layer 2 (Data Link)

Menggunakan IP Address

Menggunakan MAC Address

Menghubungkan jaringan berbeda

Menghubungkan perangkat satu jaringan

Bisa NAT & Firewall

Fokus distribusi data


8. Skenario Praktik

Praktik 1: Router sebagai Gateway Internet

  • Konfigurasi IP Address
  • Set Default Gateway
  • Tes koneksi (ping & traceroute)

Praktik 2: DHCP Server

  • Konfigurasi DHCP Server di router
  • Client mendapatkan IP otomatis

Praktik 3: NAT Masquerade

  • Client jaringan lokal dapat akses internet

9. Studi Kasus Sederhana

Sekolah memiliki 1 router dan 2 jaringan kelas berbeda. Semua kelas harus bisa mengakses internet tetapi tidak saling mengganggu.

Tugas siswa:

  • Membuat topologi
  • Menentukan IP Address
  • Mengatur router sebagai gateway
  • Mengaktifkan NAT
Link Pengumpulan Tugas : Klik DISINI

10. Kesimpulan

Router merupakan perangkat inti dalam jaringan komputer. Pada tahap ini siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengonfigurasi router secara dasar sebagai bekal ke materi jaringan lanjutan.




Back To Top