-->

Recent Posts

Motivasi Menulis

SOAL SOSIO KULTURAL 4

 

BACA JUGA

SOAL SOSIO KULTURAL 1 

SOAL SOSIO KULTURAL 2

SOAL SOSIO KULTURAL 3



SOAL SOSIO KULTURAL 4

1. Konflik yang terjadi antara dua individu yang berbentur kepentingan disebut

a. Antarkelas

b. Individu

c. Rasial

d. Politik

e. Internasional


2. Konflik yang dipicu oleh kesenjangan ekonomi dan sosial adalah

a. Antarkelas

b. Individu

c. Rasial

d. Politik

e. Internasional


3. Pertentangan antar individu atau kelompok dalam rangka memperebutkan kekuasaan biasa disebut konflik

a. Antarkelas

b. Individu

c. Rasial

d. Politik

e. Internasional


4. konflik yang berada pada ranah internasional dengan melibatkan dua atau beberapa negara.

a. Antarkelas

b. Individu

c. Rasial

d. Politik

e. Internasional


5. Konflik yang terjadi pada perusahaan tekstil yang dipicu karena pemilik pabrik menggaji karyawan dibawah UMR adalah contoh dari konflik

a. Antarkelas

b. Individu

c. Rasial

d. Politik

e. Internasional


6. konflik yang terjadi antara suku Dayak dan Madura pada dasarnya dilatarbelakangi oleh adanya penguasaan sumber ekonomi yang dilakukan oleh kelompok suku Madura terhadap kelompok suku Dayak.adalah contoh dari konflik

a. Antarkelas

b. Individu

c. Rasial

d. Politik

e. Internasional


7. Pada masa pandemi Covid-19 seringkali dijumpai konflik antara penyewa kontrakan dengan pemilik kontrakan dikarenakan penyewa belum membayar uang sewa adalah contoh dari konflik

a. Antarkelas

b. Individu

c. Rasial

d. Politik

e. Internasional


8. bentuk pengendalian konflik dengan bantuan pihak ketiga adalah

a. Mediator

b. Mediasi

c. Arbitrasi

d. Kompromi

e. Konsiliasi


9. bentuk pengendalian konflik dengan bantuan pihak ketiga sebagai pemberi keputusan/solusi terbaik adalah

a. Mediator

b. Mediasi

c. Arbitrasi

d. Kompromi

e. Konsiliasi


10. bentuk pengendalian konflik dengan bantuan lembaga tertentu melalui proses diskusi antara pihak-pihak yang berkonflik sehingga dapat diterapkan solusi terbaik.adalah

a. Mediator

b. Mediasi

c. Arbitrasi

d. Kompromi

e. Konsiliasi


Penjelasan : 

Jenis - jenis Konflik Sosial

Bentuk Pengendalian Konflik Sosial


BACA JUGA

SOAL SOSIO KULTURAL 1 

SOAL SOSIO KULTURAL 2

SOAL SOSIO KULTURAL 3


Bentuk Pengendalian Konflik Sosial





Bentuk Pengendalian Konflik Sosial

1. Mediasi
Merupakan bentuk pengendalian konflik dengan bantuan pihak ketiga. Mediator merupakan julukan bagipihak ketiga dengan syarat pihak ketiga tersebut harus bersikap netral. Peran mediator hanya sebagai medium yang menengahi kedua bilah pihak yang berkonflik karena solusi harus datang dari pihak yang berkonflik.

2. Arbitrasi
Merupakan bentuk pengendalian konflik dengan bantuan pihak ketiga sebagai pemberi keputusan/solusi terbaik.

3. Konsiliasi
Merupakan bentuk pengendalian konflik dengan bantuan lembaga tertentu melalui proses diskusi antara pihak-pihak yang berkonflik sehingga dapat diterapkan solusi terbaik.

JENIS - JENIS KONFLIK SOSIAL

 


Jenis - jenis Konflik Sosial


1. Konflik Individual

Konflik individual terjadi antara dua individu yang berbentur kepentingan. Pada dasarnya setiap individu adalah unik sehingga banyak dijumpai perbedaan karakter, pendirian dan keyakinan. Perbedaan perbedaan tersebut yang kemudian memicu konflik antarindividu.

Sebagai contoh konkrit, pada masa pandemi Covid-19 seringkali dijumpai konflik antara penyewa kontrakan dengan pemilik kontrakan. Dalam hal ini, konflik cenderung dilatarbelakangi oleh perbedaan kepentingan ekonomi dimana kedua belah pihak mengalami kesulitan dalam berkompromi dan mencari kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak


2. Konflik Antarkelas dan Antarkelompok Sosial

Ketimpangan dan distribusi sumber daya yang tidak adil menjadi pemicu konflik vertikal antar kelas sosial dan konflik horizontal antarkelompok sosial.

Sebagai contoh, konflik vertikal antar kelas biasanya terjadi antara pemilik faktor produksi (contoh: pemilik pabrik) dan non-pemilik faktor produksi (contoh: buruh). Konflik cenderung dilatarbelakangi oleh masalah ketidakadilan dalam relasi pekerjaan seperti pembayaran upah yang rendah, waktu kerja yang tidak sesuai, dsb.

Contoh lainnya, konflik horizontal antarkelompok sosial dapat terjadi antara sesama buruh pada suatu organisasi buruh. Adanya perbedaan kepentingan, visi dan misi yang antar sesama anggota organisasi dapat memicu terjadinya konflik terbuka.


3. Konflik Rasial

Konflik rasial juga tergolong sebagai konflik horizontal. Dalam hal ini, konflik rasial bukan dipicu oleh perbedaan ciri fisik melainkan karena faktor ekonomi, politik dan sosial. Faktor utama pemicu konflik rasial adalah kesenjangan sosial-ekonomi. Sebagai contoh, konflik yang terjadi antara suku Dayak dan Madura pada dasarnya dilatarbelakangi oleh adanya penguasaan sumber ekonomi yang dilakukan oleh kelompok suku Madura terhadap kelompok suku Dayak.


4. Konflik Politik

Konflik politik berkaitan dengan adanya perebutan kekuasaan dan ketimpangan relasi kekuasaan. Secara lebih spesifik, konflik politik merupakan pertentangan antar individu atau kelompok dalam rangka memperebutkan kekuasaan.

Contoh konflik politik terlihat jelas pada masa kampanye pemilihan umum. Suatu partai politik akan cenderung berkonflik dangan partai lain yang dianggap bersebrangan dalam hal tujuan dan kepentingan.


5. Konflik Internasional

Konflik internasional merupakan konflik yang berada pada ranah internasional dengan melibatkan dua atau beberapa negara. Konflik internasional biasanya terkait isu kedaulatan negara dan sengketa perbatasan.

Contoh konflik internasional yang sering muncul di media yaitu konflik antara Palestina dan Israel yang memperebutkan tanah.


SOAL SOSIOKULTURAL 3

 Assalamualaikum, kembali lagi dengan saya Rokhmat Edi Saputro, Kali ini saya akan membahas contoh soal Sosiokultural, untuk soal ini adalah yang ke 3

BACA JUGA

SOAL SOSIO KULTURAL 1 

SOAL SOSIO KULTURAL 2




1. Seorang individu dikenalkan dengan anggota keluarga, dikenalkan dengan dirinya sendiri agar bisa membedakan dirinya dengan orang lain,dan juga ditanamkan dasar-dasar nilai dan norma sosial. Proses sosialisasi tersebut merupakan bentuk sosialisasi …

a. Komplementer

b. Sekunder

c. Egaliter

d. Tersier

e. Primer

PENJELASAN

Bentuk sosialisasi dibagi menjadi 10, antara lain :

1. Sosialisasi Primer
2. Sosialisasi Sekunder
3. Sosialisasi Represif
4. Sosialisasi Partisipatoris
5. Sosialisasi Secara Formal
6. Sosialisasi Secara Non Formal
7. Sosialisasi Langsung
8. Sosialisasi Tidak Langsung
9. Sosialisasi Otoritatif
10. Sosialisasi Ekualitatif

Penjelasan lebih lanjut Klik Disini


2. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang memiliki perbedaan suku, ras dan kebudayaan. Perbedaan ini disebabkan oleh faktor …

a. iklim

b. posisi silang

c. kondisi geografis

d. keturunan

e. nenek moyang


3.  Interaksi sosial terjalin harmonis meskipun masyarakat terdiri dari berbagai macam ras, suku, agama, dan budaya. Satu sama lain saling menghormati, menghargai, dan selalu terjadi interaksi sosial yang hangat tanpa merasa dibatasi oleh sekat-sekat perbedaan tersebut. Gambaran masyarakat tersebut menunjukkan sikap masyarakat yang …

a. inklusif

b. interaktif

c. eksklusif

d. persuasif

e. kompulsif


4. Membina kerukunan dalam kehidupan masyarakat majemuk bukanlah persoalan mudah. Diperlukan sikap dan paham yang dapat mempererat semangat persatuan dan kesatuan. Berikut ini sikap yang harus dikembangkan dalam kehidupan masyarakat majemuk adalah …

a. etnosentrisme, primordialisme, dan toleransi

b. empati, toleransi, dan inklusif

c. inklusif, etnosentrisme, dan empati

d. sektarianisme, primordialisme, inklusif

e. eksklusif, primordialisme, toleransi

PENJELASAN

Sikap - sikap yang perlu dikembangkan dalam masyarakat majemuk :

a. Toleransi

Toleransi, sikap ini diperlukan agar masyarakat bisa saling menghormati dan menghargai perbedaan yang ada. Tidak saling merendahkan dan menghina kebudayaan yang satu dengan yang lain. Bisa hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbeda-beda suku, agama, dan ras.

b. Empati.

Dengan sikap ini akan tumbuh kepedulian dan kesetiakawanan sosial. Suatu permasalahan sosial yang muncul bisa dirasakan menjadi milik dan tanggung jawab bersama sehingga akan menciptakan semangat saling membantu dan gotong royong dalam keberagaman.

c. Inklusif.

Sikap ini akan menjauhkan dari sikap tertutup dan menganggap bahwa kelompoknya sendirilah yang paling baik dan benar. Sikap eksklusif harus dihindari karena akan menuntun sikap tertutup terhadap kelompok lain yang bisa mempersubur sentimen antarkelompok, rasa saling curiga yang dapat mempersulit bagi terciptanya integrasi sosial.


5. Masyarakat majemuk didefinisikan oleh Fredrik Barth sebagai masyarakat yang menggabungkan perbedaan etnis, saling ketergantungan ekonomi kelompok-kelompok itu, dan spesialisasi ekologis mereka. Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan, yaitu masyarakat yang antara komunitas atau kelompok etnisnya terdapat kelompok mayoritas. Berdasarkan ilustrasi tersebut pola hubungan yang terjadi adalah….

a. sejumlah komunitas etnis dengan kekuatan kompetitif seimbang

b. satu kelompok etnis mempunyai keunggulan kompetitif yang dominan

c. sejumlah kelompok etnis tetapi semuanya dalam jumlah kecil

d. sejumlah komunitas etnis yang yang mempunyai kompetitif tidak seimbang

e. di mana satu kelompok etnik tidak mempunyai keunggulan kompetitif

PENJELASAN

Kata kunci dari soal tersebut adalah "Masyarakat majemuk dengan mayoritas dominan, yaitu masyarakat yang antara komunitas atau kelompok etnisnya terdapat kelompok mayoritas" 


6. Kearifan lokal merupakan cara dan praktik yang dikembangkan oleh sekelompok masyarakat yang berasal dari pemahaman mendalam mereka akan lingkungan setempat yang terbentuk dari tinggal di tempat tersebut secara turun-menurun. Kearifan lokal muncul dari dalam masyarakat sendiri, disebarluaskan secara non-formal, dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat yang bersangkutan. Selain itu, kearifan lokal juga dikembangkan selama beberapa generasi dan tertanam di dalam cara hidup masyarakat yang bersangkutan sebagai sarana untuk mempertahankan hidup. Kearifan lokal turut memuat pengetahuan lokal masyarakat. Adapun contoh kearifan lokal tersebut ditunjukkan oleh pernyataan…

a. nelayan memanfaatkan angin darat untuk berlayar ke tengah laut dan memanfaatkan angin laut untuk pulang melaut

b. masyarakat Jawa memiliki tiga tingkatan bahasa yaitu ngoko, krama dan krama inggil

c. masyarakat Pariaman memilili tradisi Badoncek yang menjunjung tinggi kebersamaan

d. masyarakat Baduy memiliki kearifan Pikukuh yaitu larangan penggunaan bahan kimia

e. masyarakat adat Kampung Naga melarang masyarakat memasuki Kawasan hutan pada waktu tertentu


7. Salah satu tugas pokok pemerintah daerah dan perangkatnya adalah pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, perangkat pemerintahan di daerah senantiasa dituntut mengambil peran yang besar di dalam memberdayakan masyarakat yang ada di wilayahnya. Pelaksanaan program pemberdayaan dengan memperhatikan aspek kearifan lokal. Alasan memperhatikan kearifan lokal untuk menyukseskan program pemberdayaan adalah…

a. meningkatkan pendapatan masyarakat dan pemerintah

b. membangkitkan semangat masyarakat melakukan inovasi

c. memudahkan masyarakat menerima program pemberdayaan

d. menciptakan perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat

e. meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai lokal


8. Kebudayaan Indonesia mengajarkan tentang hubungan yang baik antara sesama manusia, manusia dan alam, serta manusia dan sang pencipta. kearifan lokal memiliki potensi dan kekuatan yang sangat besar untuk menginspirasi sintesis keragaman karakter solusi masalah di Indonesia dan dunia pada umumnya. Dalam bingkai kearifan lokal ini, masyarakat bereksistensi, dan berkoeksistensi satu dengan yang lain. Globalisasi bisa memudarkan kearifan lokal dalam masyarakat. Upaya yang tepat menjaga kearifan lokal pada era globalisasi adalah…

a. melarang masyarakat menggunakan kearifan lokalnya

b. menerima dengan terbuka kebudayaan dari masyarakat lain

c. melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal

d. membatasi hubungan sosial dengan masyarakat luar

e. melakukan interaksi sosial dengan kelompok budaya masyarakat lain


9. Perhatikan ilustrasi berikut ini! Ibu-ibu anggota komunitas pengrajin batik melakukan evaluasi pemberdayaan setiap akhir tahun. Hasil evaluasi menunjukkan sistem pengelolaan komunitas belum maksimal karena keterbatasan alat dan bahan pembuatan batik. Oleh karena itu, komunitas berencana membeli alat dan bahan seperti canting, malam/lilin batik, kain, zat pewarna, wajan kecil, serta kompor kecil. Pembelian alat dan bahan tersebut menggunakan dana dari desa. Prinsip evaluasi pemberdayaan yang tampak berdasarkan ilustrasi tersebut adalah…

a. berorientasi pada peningkatan mutu

b. transparansi/ akuntabilitas

c. akurasi informasi

d. tindak lanjut

e. partisipasi masyarakat

PENJELASAN

Karena dari hasil evaluasi didapat menunjukan sistem pengelolaan kurang maksimal karena keterbatasan alat yang ada, sehingga akan membeli peralatan untuk memaksimalkan sistem yang sudah dibuat.


10. Sebelum pelaksanaan program pemberdayaan, LSM melakukan observasi di lingkungan masyarakat Sukamaju. Pihak LSM menemukan banyaknya tanaman bambu di lahan inventaris desa yang tidak dimanfaatkan. Berdasarkan observasi tersebut, LSM merumuskan pemberdayaan berupa pembuatan kerajinan bambu. Berdasarkan ilustrasi tersebut, prediksi ketercapaian program pemberdayaan yang dilakukan adalah sudah tepat dengan…

a. memberikan sarana yang diperlukan

b. mempertimbangkan potensi masyarakat

c. mengangkat kearifan lokal wilayah setempat

d. melaksanakan program secara bertahap

e. menyusun program pelatihan khusus


BACA JUGA

SOAL SOSIO KULTURAL 1 

SOAL SOSIO KULTURAL 2

BENTUK SOSIALISASI


Dalam kehidupan sehari hari kadang kita sering mendengar kata SOSIALISASI, sebenernya apa itu ???
Sosialisasi merupakan suatu proses belajar-mengajar atau dapat kita sebut sebagai penanaman nilai, kebiasaan, maksudnya proses interaksi sosial dimana orang memperoleh pengetahuan, nilai, sikap dan perilaku esensial untuk berpartisipasi secara efektif dalam masyarakat. Adapun Bentuk Sosialisasi dapat dibedakan sebagai berikut :




Bentuk Sosialisasi

1. Sosialisasi Primer

Dapat doartikan bahwa sosialisasi primer adalah sosialisasi pertama kali yang dilakukan oleh seorang individu pada waktu masih anak-anak. Serta sosialisasi ini menjadi pintu untuk seseorang dalam memasuki keanggotaan di dalam masyarakat.

Tempat sosialisasi primer yakni berada di dalam keluarga, sebab seseorang lahir sekaligus pertama kali menjalani hidup di dalam lingkungan keluarganya. Sosialisasi primer nantinya akan mempengaruhi seorang individu dalam hal membedakan mana dirinya sendiri dengan orang yang berada di sekitarnya. Dalam tahapan ini juga peranan orang terdekat seperti ayah dan bu serta saudaranya sangatlah penting dan diperlukan. Sebab seorang anak akan melakukan pola interaksi secara terbatas di dalam dirinya.

Sosialisasi primer bisa menjadi tempat dalam menanamkan nilai budaya yang diyakini oleh keluarganya, contohnya seperti agama, aturan keluarga dan lainnya.


2. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah tahapan sosialisasi selanjutnya yang dilakukan oleh seorang individu. Sosialisasi sekunder ini akan memperkenalkan bagi seorang individu mengenai lingkungan masyarakat dihidupnya. Sosialisasi ini juga akan memberikan pelajaran mengenai nilai-nilai yang baru di luar lingkungan keluarga, contohnya seperti lingkungan bermain, sekolah dan yang lainnya.

Dalam proses sosialisasi sekunder seorang individu akan dididik dalam menerima berbagai norma dan nila yang baru dan juga hidup. Sering sekali proses sosialisasi sekunder ini menjadi akan mendominasi dalam pembentukan sikap pada seorang individu. Sebab dalam sosialisasi inilah seorang individu akan banyak mengalami adaptasi dengan berbagai kehidupan di lingkungan masyarakat.


3. Sosialisasi Represif

Sosialisasi represif bentuk ini memiliki tujuan untuk mencegah terjadinya perilaku yang menyimpang. Sosialisasi represif berkaitan erat dengan pemberian hadiah ataupun sanksi.

Sosialisasi represif bisa juga disebut dengan sosialisasi koersif. Dan pada intinya, sosialisasi bentuk ini merupakan jenis dari sosialisasi yang memaksa individu dalam berbuat baik supaya interaksi pada waktu di masyarakat akan terjadi secara harmonis dan tidak akan memicu timbulnya konflik.


4. Sosialisasi Partisipatoris

Sosialisasi partisipatoris adalah bentuk sosialisasi yang pada prakteknya mengutamakan peran aktif dari objek sosialisasi itu sendiri dalam proses internalisasi  nilai sosial dan juga norma.

Sosialisasi partisipatoris ini mengutamakan keikutsertaan dari individu dalam suatu organisasi supaya bisa membawa ilmu dalam organisasinya ke dalam masyarakat.


5. Sosialisasi Secara Formal

Sosialisasi bentuk formal merupakan bentuk sosialisasi yang dilaksanakan lewat lembaga-lembaga formal seperti sekolah dan juga kepolisian. Sosialisasi secara formal berbeda dengan sosialisasi sekunder. Apabila sosialisasi sekunder merupakan lanjutan dari bentuk sosialisasi primer. Sementara itu sosialisasi formal merupakan sosialisasi yang berhubungan dengan suatu instansi di dalamnya.


6. Sosialisasi Secara Non Formal

Sosialisasi secara non formal merupakan kebalikan dari sosialisasi secara formal dimana sosiaslisai non formal adalah bentuk sosialisasi lewat lembaga non formal seperti masyarakat dan juga lingkungan sekitar. 

Sosialisasi non formal mempunyai beberapa aturan tidak tertulis yang telah dipatuhi warga secara turun temurun. Peraturan tidak tertulis ini juga biasa kita sebut sebagai norma. Dalam sosialisasi non formal, perlu dalam mengutamakan dan juga mengindahkan norma-norma yang berlaku atau hidup di lingkungan masyarakat itu sendiri.


7. Sosialisasi Langsung

Sosialisasi langsung adalah tahap sosialisasi yang dilakukan dengan cara tatap muka tanpa memanfaatkan media ataupun perantara alat komunikasi tertentu. Sosialisasi secara langsung ini juga bisa kita ibaratkan sebagai ngobrol santai. Dalam sosialisasi langsung ini juga membawa dampak positif sekaligus manfaat mengenai berita yang disampaikan bisa lebih diterima secara penuh serta dapat mengurangi resiko munculnya berita hoax yang menyebar.


8. Sosialisasi Tidak Langsung

Sosialisasi tidak langsung merupakan bentuk sosialisasi yang menggunakan perantara atau alat komunikasi dalam proses sosialisasinya. Sosialisasi bentuk ini secara tidak langsung sering kita lakukan dengan menggunakan media komunikasi seperti telepon genggam, pesan singkat, email, media sosial, dan yang lainnya. Sosialisasi tidak langsung juga bisa memicu timbulnya dampak negatif seperti terciptanya berita hoax ataupun belum terbukti kebenarannya sehingga informasi yang disampaikan tidak sempurna.


9. Sosialisasi Otoritatif

Sosialisasi otoritatif merupakan bentuk sosialisasi yang akan memberi kesempatan bagi setiap individu secara bebas atau tanpa paksaan dalam hal menerima atau menolak perilaku tertentu.

Sosialisasi otoritatif memiliki sifat sebagai sosialisasi yang persuasif dimana dalam hal ini akan memberikan pendekatan kepada individu yang bersangkutan supaya melakukan sosialisasi sebagaimana mestinya.


10. Sosialisasi Ekualitatif

Sosialisasi ekualitatif merupakan bentuk sosialisasi yang berdasarkan persamaan dalam kedudukan antara pihak yang melakukan sosialisasi dengan pihak yang disosialisasi. Sosialisasi ekualitatif ini sering terjadi dalam perusahaan.

Sebagai contoh ketika seorang supervisor memberikan pengerahan kepada pihak Manager.
Keduanya itu mempunyai jabatan atau kedudukan yang sama di dalam perusahaan.


Back To Top